Obat Batuk Tradisional Untuk Bayi Balita Anak dan Dewasa

Obat batuk tradisional untuk bayi balita anak dan dewasa. Batuk merupakan salah satu penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, terutama balita dan bayi. Penyakit ini mungkin bukan penyakit yang tergolong berbahaya, namun jika dibiarkan akan menyiksa anak, apalagi jika batuk terjadi pada bayi.

Banyak cara dilakukan oleh orang tua untuk mengobati batuk, baik menggunakan obat batuk kimia maupun obat batuk tradisional. Namun demikian, obat batuk non kimia merupakan salah satu solusi untuk meredakan batuk anak-anak.

Obat batuk dengan bahan-bahan alami lebih dianjurkan dibandingkan obat-obatan seperti sirup dan lainnya. Ini karena, obat tradisional cocok untuk siapa saja, dari bayi sampai orang dewasa. Selain itu, obat tradisional untuk batuk lebih aman dan juga lebih manjur dibandingkan dengan obat lainnya.

obat-batuk-tradisional-bayi-balita-anak-dewasa

Obat Batuk Tradisional Untuk Dewasa dan Bayi Balita Serta Anak

Obat batuk tradisional untuk dewasa dan anak-anak sebenarnya sama saja. Berikut ini kami akan merekomendasikan beberapa obat tradisional untuk batuk dan juga cara membuatnya.

1. Kunyit

Obat alami untuk batuk yang pertama yaitu kunyit. Kunyit yang biasanya dijadikan sebagai pewarna kuning alami ini ternyata bisa membantu meredakan batuk pada anak maupun balita. Kunyit yang juga biasa digunakan untuk memasak ini sangat manjur untuk mengobati batuk pada balita ataupun bayi.

Bagi ibu yang mempunyai anak bayi dan sedang menderita batuk, gunakan kunyit bubuk ataupun kunyit yang sudah dicuci bersih kemudian parut dan oleskan pada puting payudara. Namun jika anak Anda menggunakan dot, caranya bisa dioleskan pada dotnya.

2. Madu

Obat batuk tradisional untuk bayi yang paling ampuh adalah madu. Madu merupakan bahan alami yang dihasilkan oleh lebah dan sangat baik untuk kesehatan. Madu bisa menyembuhkan banyak sekali penyakit, termasuk batuk pada bayi atau balita. Untuk mengobati batuk pada bayi dengan menggunakan madu sangat mudah, campurkan madu pada minuman anak Anda, bisa dalam susu maupun minuman lainnya. Untuk bayi yang hanya masih minum ASI, madu bisa dioleskan pada puting payudara ibu.

3. Belimbing wuluh

Obat batuk tradisional untuk anak yang selanjutnya yaitu belimbing wuluh. Belimbing wuluh memang sangat asam rasanya, sehingga yang dimanfaatkan untuk menyembuhkan batuk pada anak bukan pada buahnya, melainkan bunga belimbing wuluh. Cara membuat obat tradisional batuk dari bunga belimbing wuluh sangat mudah dengan menambahkan bahan tambahan lainnya.

Cara membuatnya yaitu bunga belimbing wuluh dicampur dengan 1 bawang merah yang sudah diiris menjadi empat bagian. Kemudian campurkan sedikit pala, satu sendok makan gula, dan setengah gelas air matang. Setelah itu, semua bahan di tim, dan air yang dihasilkan inilah yang di minumkan pada anak satu sendok makan 3 kali sehari. Obat tradisional ini khusus untuk anak diatas satu tahun dan tidak dianjurkan untuk bayi berumur kurang dari 12 bulan.

4. Minyak telon

Selain bahan alami, Anda juga bisa menggunakan minyak telon untuk mengobati batuk. Obat batuk tradisional untuk balita di bawah 6 bulan paling baik yaitu menggunakan minyak telon. Caranya sangat mudah, usapkan minyak telon pada leher dan dada bayi Anda. Namun perlu diingat, jangan terlalu banyak mengoleskannya karena bisa menyebabkan panas pada kulit.

Obat batuk tradisional diatas bisa diterapkan tidak hanya untuk bayi ataupun balita saja, melainkan juga bisa digunakan untuk mengobati batuk pada orang dewasa. Untuk mempercepat penyembuhan batuk pada anak atau bayi, sebaiknya setiap pagi hari sekitar jam 6 sampai 7 pagi bayi dijemur di bawah matahari.

Ini karena, sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan bayi. tidak hanya bisa meredakan batuk saja, namun sinar matahari juga dapat menyehatkan tulang dan membuat kulit bayi semakin sehat. Menjemur bayi tidak perlu lama-lama sampai berjam-jam, cukup 15 menit setiap harinya, batu bayi bisa reda dan bayi menjadi sehat.

Image : Obat Batuk Tradisional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *