Obat Diare Untuk Bayi dan Anak 1 Serta 2 Tahun

Jika balita Anda terserang diare, pasti memerlukan obat diare yang cocok untuk anak seusianya. Obat diare yang dijual bebas di pasaran seringkali tidak bisa diberikan kepada anak berumur di bawah lima tahun. Hal ini karena komposisi bahan-bahannya dikhawatirkan dapat mengganggu tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.

Ini tentu saja membuat para orang tua, terutama ibu, menjadi kebingungan apabila balita atau bayinya mendadak menderita diare. Obat apakah yang cocok dan aman dikonsumsi oleh bayi dan balita? Diare sendiri merupakan keadaan dimana penderita rentan kehilangan banyak cairan tubuh akibat frekuensi buang air besar yang meningkat.

Obat Diare Anak 1 dan 2 Tahun

Anak balita yang mengalami diare kemungkinan juga akan mengalami demam akibat virus atau bakteri yang masuk ke tubuh dan mengganggu pencernaannya. Jika balita Anda yang berusia satu tahun mengalami buang air besar dengan frekuensi tiga kali sehari dalam 24 jam dan fesesnya cair, segera berikan obat diare anak 1 tahun yang tepat.

obat-diare-untuk-bayi-anak-1-2-tahun

Pertama-tama berikan ASI dan minum air putih lebih banyak agar balita Anda tidak kehilangan cairan. Anda bisa menyiapkan jus buah, sup dan juga air kelapa sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang akibat frekuensi BAB yang meningkat. Jika anak memuntahkan cairan yang Anda berikan kepadanya, tunggu sepuluh menit, lalu coba lagi.

Memastikan cairan tetap masuk ke dalam tubuh saat balita diare merupakan pertolongan pertama yang harus dilakukan. Tubuh yang kehilangan terlalu banyak cairan dapat mengarah pada kerusakan organ-organ tubuh bagian dalam. Jika tidak segera ditangani, maka kehilangan cairan tubuh dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu sebelum berpikir mengenai apa obat diare anak 2 tahun yang tepat, beri balita Anda cairan yang cukup banyak terlebih dahulu. Namun, ini tidak berarti Anda harus meminta anak meminum banyak cairan sekaligus. Sebaliknya beri minum sedikit demi sedikit secara perlahan namun sering.

Obat Diare Untuk Bayi

Meskipun sedang diare, anak tetap perlu diberi makanan. Balita pasti akan menolak karena nafsu makannya terganggu dan perutnya terasa tidak nyaman. Namun, tetaplah membujuk anak untuk makan sedikit demi sedikit. Begitu pula jika bayi terkena diare, sebelum memberi obat diare untuk bayi, berikan ASI dan MP-ASI lebih sering agar bayi tidak kehilangan berat badannya secara berlebihan. Berikan makanan yang lunak seperti bubur nasi atau bubur kacang hijau agar pencernaan bayi yang sedang lemah tersebut tidak harus bekerja terlalu berat.

Larutan oralit merupakan obat diare untuk anak yang paling aman dan mudah dibuat sendiri di rumah. Larutan oralit adalah campuran antara garam, gula dan air putih dengan takaran tertentu. Oralit bekerja menggantikan cairan tubuh yang hilang karena diare sekaligus menggantikan ion-ion penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sebagai obat diare anak, campurkan satu gelas air putih hangat dengan setengah sendok teh garam dan enam sendok teh gula pasir. Aduk dan minumkan perlahan-lahan ke anak Anda.

Apabila diare tidak juga berkurang, anak harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang lebih intensif. Apalagi jika gejala diare disertai dengan muntah, serta keluar darah bersama feses. Anak juga mengalami demam lebih dari 39 derajat celcius dan tubuhnya benar-benar lemas. Dalam keadaan ini, jangan ditunda lagi, langsung bawa anak ke rumah sakit atau Puskesmas. Diare umumnya memang sembuh sendiri dengan kecukupan cairan, makanan bergizi, istirahat cukup serta obat diare yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *